Senin, 23 April 2012

Jika aku menjadi bupati

Bupati.....
Hmmmm kd pernah terpikir lo aku harus jdi bupai,tak ada minat juga sich...
tapi lo di pikir2 jadi seorang bupati itu sangat menyenangkan,bisa melakukan apa saja.
tapi seandainya aku jadi bupati aku ingin memakmurkan hidup ku dan keluarga ku,dan me mungut orang2 yang sudah tua yang mungkin tidak d urus oleh keluarganya,misalnya nenek2.dan anak2 yang putus sekolah,dan aku ingin semua rakyat ku sama.dan tidak di beda2kan......
udah itu ajah.
masalhnya saya tidak berminat Jadi se orang Bupati

Senin, 09 April 2012

Sesajen dalam agama Islam dan menurut pendapat saya


Kebudayaan..
Arti  dari kebudayaan sangat lah berarti,karena semua manusia memiliki kebudayaan masing-masing,Dan bermacam-macam pula bentuk dari kebudyaan dan adat yang di lakukan.
Seperti halnya di daerah lingkungan saya juga ada sejumlah orang-orang yang menjalankan ritual tersebut,dimana masing-masing memiliki kepercayaan sendiri,seperti halnya di lakukan sebagian orang di pantai sungai bakau dan ujung pandaran yang berlokasi di kecamatan seruyan hilir kuala pembuang dengan pemberian sejumlah sesajen yang di sebut juga dengan SIMBAH LAUT .
            Maksut dari pemberian ini di tujukan untuk persembahan rasa terimakasih atas penghasilan mereka yang sering berusaha di laut dan nantinya akan menambah rezeki mereka.dengan itu mereka melakukan pesta laut yang di lakukan di pinggir pantai,dan ada juga sebagian ke tengah laut untuk melepaskan sesajen yang telah mereka persiapkan.
            Menurut sepengetahuan dan keyakinan ku bahwa acara yang mereka lakukan sangat lah bertantangan dengan agama islam,yang mana mereka telah metiadakantuhan dan tidak yakin untuk memohon kepada yang maha kuasa,melainkan menyembah laut yang seharusnya tidak mereka sembah,yakinlah bahwa tidak ada tuhan melainkan Allah,jadi jika kita menginginkan sesuatu Allah lah tempat kita memohon dan meminta,bukan dengan mengadakan ritual yang nantinya akan menyebabkan musibah bagi kita ssendiri,
            Menurut  saya pribadi pula bahwa dengan melakukan simbah laut dengan tidak hanya menghambur-hamburkan uang untuk menyediakan sejumlah perlengkapan yang nantinya juga akan di buang dengan sia-sia akan tetapi juga akan merugikan diri mereka sendiri,bukan menambah pendapatan mereka yang ada hanya menambah musibah bagi mereka sendiri,seperti yang sering terjadi musibah tengelam nya beberapa orang mungkin tidak tau menahu dan tidak ikut merayakan semua itu. yang ada hanyar menyusahkan orang lain,dan sayapun sangat membenci acara tersebut.

Senin, 19 Maret 2012

KEBUDAYAAN DALAM LINGKUNGAN SAYA



Budaya Bisa di katakan Kebiasan turun temurun yang di jalani oleh setiap manusia,dalam kebudayaan terdapat bermacam2 budaya yang di jalankan.
Salah satu budaya yg banyak kita  ketahui,yaitu budaya turun menurun yg di jalankan  sampai sekarang oleh keluarga ku
1.      Yaitu budaya Ayun mulut
Apakah kalian tau apa itu Ayun mulut?
Lebih jelasnya :
Ayun mulut :Bayi yang di ayun,agar tidak sakit-sakitan dan selalu sehat dengan bermacam-macam syarat yang harus di lakukan dan di siapkan,Ayun mulut ini selalu Jadi tradisi keluarga Saya.
Bisa dikatakan ayun Mulut dijankan pada saat akikahan salah satu anak yg baru lahir dan saat memberikan nama biasa nya orang tua ku menjalankan x dengan cara Anak pertama di taruh dlm ayunan dan di ayun se iring doa yang di bacakan,dan terus dilakukan bergiliran sampai urutan anak yg baru di beri nama,
            Kebiasa’an ini pun terus di lakukan sampai seorg anak itu menikah,Apabila anak itu sudah menikah maka di kelahiran adik yg baru dia tidak di ayun lagi, Aku pun sering mengalami itu,biar aku sudah besar aku tetap di ayun,mugkin sebagian orag yang tidak tau akan binggung,mengapa anak sebesar itu masih di ayun,Tapi kalo di keluarga kami sudah terbiasa. Dalam acara ini menggunakan tujuh lembar sarung helai yang memanjan dgn warna yang berbeda-beda,dan di beri hiasan bunga,buah-buahan,dan bermacam-macam bentuk burung,pedang ketupat yang terbuat dari daun nipah (Pucuk Daun Nipah yg Kalau tua bias di buat atap daun ).
            Kebiasaan ini pun di jalan  kan terus menerus dalam keluarga saya,dari jaman datu,nenek,kakek,ayah,ibu,kakak,saya,adik dan keponakan saya yang setiap tahun mungkin bertambah.Dan Nanti nya mungkin saya yang akan meneruskan nya.
2.      Pelangkah Dalam sebuah perkawinan

Pelangkah Dalam artian melewati saudara yang lebih tua dari yang mau menikah dan yang tua belum menikah,
            Di lingkungan saya banyak yang meyakini bahwa pelangkah Harus di berikan kepada saudara ataupun kakak yang di langkah atau di lewati,Karena apabila tidak di jalankan maka yang di lewati(yang ter tua ) akan sulit untuk menemukan jodoh nya.
Dalam tradisi pelangkah ini di wajibkan seorang adik yang melangkahi ( melewati) memberikan pelangkah  kepada kakak nya sesuai permintaan atau pun seperangkat pakain lengkap,sesuai dengan apa yang di minta,dan apabila yang di langkah adalah saudara laki-laki maka wajib sang adik memberi emas berupa cincin untuk menandakan bahwa sang kakak merestui dan nanti nya tidak mempersulit kakak untuk mendapatkan jodoh dan pasangan hidupnya.
Pelangkah ini di serahkan sebelum hari perkawinan,dan semua barang di beli oleh pihak laki-laki atau pasangan yang melangkahi.
Tetapi jika sang kakak atau yang di dahului dengan iklas merelakan adik nya mendahului dia menikah dan tidak mengharapkan pelangkah maka tidak di wajibkan untuk adik memberi pelangkah itu.
Dan saya pun mengalami itu,ketika adik saya mendahului saya untuk menempuh kehidupan baru,saya pun menerima barang-barang yang di sebut pelangkah agar nanti kata nya saya akan tidak sulit dalam menemukan pasangan hidup.,Amin Ya rob….
3.      Tujuh  bulanan.
Tujuh bulanan ini bisa di katakan Saat usia kehamilan seorang ibu genap tujuh bulan maka di wajibkan agar melakukan serangkaian addat yang dikatakan mandi-mandi Yang dilaksanakan pada tengah hari jum’at selepas sholat jum’at dan di rangkai’I dengan bermacam-macam benda yang di letakan pada tempat pemandian, dengan mengikat empat batang pohon manisan/tebu di ikat menggunakan benang berwarna hitam dan di letakan se rangkaian benda atau pun barang yang di anggap untuk memperlengkap syarat Mandi-mandi dan juga menyediakan sebuah kelapa tua yang baru bertunas yang nantinya akan di jadikan sebagai penggati anak sementara.
            Sedangkan untuk perlenkapan air nya di siapkan bunga tujuh macam yang berbeda-beda warna dan kembang mayang,kelapa tua yang nanti nya akan di pecahkan di atas kepala seorang ibu yang sudah di tutup dengan kain hitam yang menutupi seluruh badan,dan air dari pecahan buah kelapa itu harus di minum oleh sang ibu yang di dalam tadi.dan seterus nya di lakukan berbagai rangkaian acara hingga selesai.

Minggu, 18 Maret 2012

kebudayaan

Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian Pembangunan Nasional merupakan pembangunan yang berbudaya.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Wujud, Arti dan Puncak-Puncak Kebudayaan Lama dan Asli bai Masyarakat Pendukukungnya, Semarang: P&K, 199

Kebudayaan yg terdapat pada kehidupan ku sehari2 tidak begitu runyam,
hanya mengikuti kebiasaan nenek moyang keturunan yg bisa di lakukan dan tidak bisa dilakukan,
maksud x yg tidak boleh di jadikan kebiasaan an.